Kota Depok, Kini dan Nanti

Kota Depok secara geografis mempunyai kedudukan yang cukup strategis sebagai pendukung ibukota Negara dan ditetapkan sebagai pusat kegiatan nasional terletak di wilayah Jawa Barat yang terletak diantara 106 55’ 30″ bujur timur dan 6 19’ 00” lintang selatan. Kota Depok secara administratif berbatasan dengan daerah kabupaten/kota lainnya, yaitu : sebelah utara berbatasan dengan Jakarta, sebelah barat berbatasan dengan Tangerang Banten, sebelah selatan berbatasan dengan Bogor. Dalam usianya yang ke 10, dengan modal dasar yang dimiliki antara lain: Letak yang strategis yaitu pada poros Jabodetabek sehingga memiliki tingkat mobilitas penduduk yang tinggi, jumlah penduduk yang cukup banyak sebagai pendukung pembangunan daerah, keanekaragaman sosial dan budaya yang merupakan daya tarik daerah, sumber daya lokal berupa pertanian perkotaan,industri kecil dan menengah, serta perdagangan dan jasa yang menggerakan ekonomi lokal, Kota Depok telah merangkak maju menuju kota yang mandiri dan sejahtera. Kemajuan Kota Depok tidak lepas dari keberhasilan pemerintahannya, terutama 5 tahun terakhir.

KEBERHASILAN PEMERINTAHAN DEPOK PERIODE 2006-2011

BIDANG PENDIDIKAN
Kepedulian Pemerintah dalam bidang pendidikan dapat tercermin dari alokasi anggaran untuk Dinas Pendidikan,
Tahun 2006 Rp. 143,4 Miliar
Tahun 2007 Rp. 169,9 Miliar
Tahun 2008 Rp. 209,7 Miliar
Tahun 2009 Rp. 252,5 Miliar

SD Negeri Gratis
Beasiswa sebesar Rp. 10.000 per siswa bagi siswa SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK baik sekolah negeri maupun swasta
INSENTIF RT, RW DAN LPM
1. Tahun 2006  = 200.000(RT), 300.000(RW)
2. Tahun 2007 = 400.000(RT), 600.000(RW),  1 jt(LPM)
3. Tahun 2008 =  400.000(RT), 600.000(RW), 1 jt(LPM)
4. Tahun 2009 = 600.000(RT), 800.000(RW), 1 jt(LPM)
5. Tahun 2010 = 700.000(RT), 900.000(RW), 2 jt(LPM)

REHABILITASI RUMAH TIDAK LAYAK HUNI
Sejak tahun 2006-2009 sudah ratusan rumah tidak layak huni yang sudah direhabilitasi.

NIKAH MASSAL GRATIS
Tahun 2007 = 621 pasangan
Tahun 2008 = 450 pasangan
Tahun 2009 = 150 pasangan

BIDANG KESEHATAN
Sejak 17 April 2008 Rumah Sakit Daerah Kota Depok telah beroperasi. Bukan sekedar beroperasi tapi di tengah usianya yang masih sangat muda pada 16 Juni 2009 mendapatkan ISO 9001:2008 dan mendapatkan akreditasi Depkes RI untuk 5 pelayanan (Desember 2009)

Bentuk kepedulian pemerintah dalam layanan kesehatan khususnya kepada masyarakat kurang mampu dilakukan melalui SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu). Dari tahun ke tahun alokasi anggaran untuk SKTM selalu ditingkatkan
Tahun 2007 = Rp. 2    Miliar
Tahun 2008 = Rp. 2,9 Miliar
Tahun 2009 = Rp. 6,4 Miliar (Agustus 2009)
Sampai akhir 2009 sekitar 10 Miliar. Saat ini sedang diupayakan untuk membuat program jaminan kesehatan masyarakat Daerah (Jamkesda)

SANTUNAN KEMATIAN
Salah satu program pemerintah Kota Depok adalah santunan kematian. Sampai saat ini sudah 14.544 orang yang tersantuni, dengan rincian sbb :
September 2007 – Agustus 2008     = 5.795 jiwa
September 2008 – Agustus 2009     = 6.084 jiwa
September 2009 – Desember 2009 = 1.765 jiwa
Santunan kematian ini akan tetap dilakukan sampai Bulan Desember 2010

PEMBANGUNAN JALAN
Jalan Negara : 14,31 km
Jalan Propinsi : 19,16 km
Jalan Kota : 473,02 km
Total : 506,49 km

Yang sudah terbangun sampai saat ini : 405,54 km atau 80,07%
Yang belum terbangun : 96,38 km atau 19,03%
Pembangunan merata sampai ke kampung-kampung
Sebagian besar pembangunan jalan menggunakan beton
Pelebaran jalan Margonda di kedua sisi tahun 2010
Rencana pembangunan jalan Tol

PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD)
Capaian yang cukup menggembirakan bukan hanya pada sektor infrastruktur saja. Pada bidang pendapatan pun terjadi kenaikan yang cukup signifikan.
Tahun 2006 : Rp. 67,2 Miliar
Tahun 2007 : Rp. 86,3 Miliar
Tahun 2008 : Rp. 112,7 Miliar

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM)
Salah satu indicator yang sering digunakan sebagai alat ukur keberhasilan pembangunan adalah indeks pembangunan manusia (IPM). Berikut gambaran IPM Kota Depok dibandingkan dengan IPM nasional dan Provinsi Jawa Barat
Nasional (BPS)     : 71,17 tahun 2008
Provinsi Jawa Barat : 71,12 tahun 2008
Kota Depok : 78,22 tahun 2008
IPM Depok No. 3 di Indonesia, No. 1 di Jawa Barat

ANGKA HARAPAN HIDUP
Nasional : 67,2 tahun
Propinsi : 67,6 tahun
Depok : 73,1 tahun
Angka Harapan Hidup Kota Depok tertinggi di Jawa Barat.

PELAYANAN UMUM
Dalam bidang layanan umum Pemerintah Kota Depok terus melakukan peningkatan dan perbaikan. Hasil dari upaya perbaikan pelayana umum ditujukan oleh Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)
Tahun 2007  : 71,17
Tahun 2008 : 75,71
Tahun 2009 : 77,14

LAYANAN UMUM
Dalam bidang layanan umum masyarakat sering mengeluhkan masalah pembuatan KTP yang prosesnya lama karena harus dipusatkan di dinas kependudukan. Hal ini semata-mata adalah amanah UU No. 23/2006 tentang kependudukan. Akan tetapi sejak Januari 2010 pengurusan KTP diperluas ke Kecamatan da untuk beberapa daerah ada yang di kelurahan. Di samping itu, pemerintah juga menyediakan kemudahan lain berupa mobil keliling khusus untuk mengurus perpanjangan KTP.

Keberhasilan tersebut sangat dipengaruhi oleh peran pemimpin Kota Depok selama 5 tahun terakhir, yaitu Dr. Ir. Nur Mahmudi Isma’il, MSc. Pemimpin yang tumbuh dari rakyat dan senantiasa berjuang bersama rakyat. Pak Nur sebagai anak desa yang kemudian berhasil menjadi seorang ilmuwan memiliki komitmen terhadap pembangunan yang pro rakyat. Perjalanan meretas kemajuan yang beliau alami memberi inspirasi terhadap program-program pembangunan yang memiliki daya ungkit bagi kesejahteraan rakyat.
Pak Nur sebagai seorang doktor teknologi pangan mengawali karir di Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Namun pengalaman kepemimpinan tampak lebih dominan mewarnai kehidupan beliau. Mulai dengan amanah sebagai Presiden Partai Keadilan tahun 1998, sebagai Menteri Kehutanan dan perkebunan tahun 1999, hingga menjadi Walikota Depok periode 2006-2011. Dengan keandalan kepemimpinan tersebut, Pak Nur membawa kemajuan yang cukup signifikan bagi pembangunan Depok.

Sejalan dengan komitmen pro rakyat Pak Nur, segenap keluarga pun mendukung. Ibu Nur Azizah, Sang istri aktif berkiprah di PKK, karena program-program PKK terbukti efektif dalam memberdayakan masyarakat. Bu Nur kerap mengunjungi warga hingga ke pelosok kampung untuk dapat berdialog dan mengajak para Ibu berperan membangun Kota Depok.

Di samping itu, keluarga Pak Nur juga mencerminkan keluarga pembelajar. Mereka mencintai buku sebagai sumber ilmu. Tak kurang dari 500 judul buku mengisi perpustakaan keluarga. Profil keluarga yang jauh dari kesan glamor inihttp://www.dakwatuna.com/2010/empat-tahun-jadi-walikota-kekayaan-nur-mahmudi-tidak-bertambah/, memang lebih mengutamakan membeli buku daripada benda-benda konsumtif. Karena buku sudah merupakan kebutuhan mutlak bagi keluarga ini. Tak heran bila kemudian anak-anak mereka pun berprestasi. Sang Ibu yang juga merupakan dosen Institut Ilmu Al-Qur’an merupakan motivator seluruh keluarga untuk haus terhadap ilmu.

Penulis yang pada Pilkada Depok 5 tahun yang lalu sempat menjadi wartawan sekolah yang mengumpulkan info tentang berjalannya Pilkada, menemukan perbedaan spesifik dari proses pemenangan 2 pasangan calon (Pada saat itu pasangan yang maju adalah Nur Mahmudi Isma’il- Yuyun Wirasaputra  dan Badrul Kamal-Syihabuddin Ahmad,). Pak Nur dan tim sukses sangat menjaga prinsip kejujuran dan kebersihan dalam berkampanye, terbukti dari tiadanya money politic, atau menjelek-jelekkan pasangan lain. Alih-alih menghambur-hamburkan uang untuk ‘membeli suara’ pemilih, Pak Nur memilih untuk terjun ke masyarakat dalam amal nyata. Memberikan penyuluhan, bakti sosial, rajin silaturrahim ke masyarakan menengah ke bawah, dll. Dan kepedulian terhadap rakyat dibuktikan dengan program-program pemerintahan yang dipimpin selama 5 tahun bersifat pro rakyat, budaya anti-korupsi dan memajukan Kota Depok. Sehingga terlihat jelas perbedaan Kota Depok sebelum dan sesudah dipimpin oleh pak Nur. Kota Depok yang sebelumnya hanya sebuah Kota kecil di pinggir Jakarta yang semrawut dengan pendapatan asli daerah yang sedikit karena kurang diperhatikan potensinya, sekarang sudah lebih maju, dengan meningkatnya pendapatan asli daerah tiap tahunnya sekitar 30,0 Miliar dan penataan kota yang lebih teratur.

5 tahun sudah berlalu, dan sebentar lagi warga Depok akan memilih kembali Pemimpin yang akan diberi amanah tuk memimpin Kota Depok. Harapannya tentu Pemimpin yang dekat dengan rakyat yang akan memajukan Kota depok demi kesejahteraan rakyat, dan perubahan menjadi semakin baik itu ternyata sudah mulai dirintis sejak 5 tahun yang lalu, lantas mengapa kita harus mengulang lagi dari angka 0? Padahal Perubahan dapat DILANJUTKAN kembali dari angka 3.

Sukseskan Pemilihan Kepala daerah (PILKADA) Depok, 16 Oktober 2010. Ajak sanak-saudara, tetangga, dan kawan-kawan kita ke TPS untuk memilih pemimpin Kota tercinta. Ingat, pilihlah pemimpin yang JUJUR, karena kejujuran akan melahirkan kebaikan. KEBOHONGAN dan CARA-CARA YANG KOTOR yang digunakan dari awal kampanye sudah menunjukkan wajah calon pemimpin yang akan kita pilih. Pilihlah yang DEKAT DENGAN RAKYAT, yang tidak memperkaya diri sendiri selama menjabat, tetapi terus berjuang demi kesejahteraan rakyat. Yang terpenting adalah, Pilihlah  pemimpin yang SIAP MELANJUTKAN PEMBANGUNAN DAN MENERUSKAN PERUBAHAN UNTUK MEWUJUDKAN KOTA DEPOK YANG MAJU DAN SEJAHTERA. (Intan)

Referensi Penulisan :

http://www.depok.go.id

http://www.dakwatuna.com

arsip wawancara dengan Panitia Pengawas Pilkada Depok tahun 2006

Menakar Prestasi Pendidikan di Depok

Siapa yang tak kenal Universitas Indonesia (UI), sebuah perguruan tinggi ternama di Indonesia yang terletak di Kota Depok. Selain UI, banyak lagi universitas swasta terkenal yang berada di Kota Depok. Sehingga masyarakat dari seluruh pelosok Indonesia berduyun-duyun mendatangi Depok demi mengejar mutu pendidikan terbaik di negeri ini.

Kualitas pendidikan di Depok memang terbaik. Bisa dikatakan, layak jika Kota Depok ditasbihkan  sebagai  kota pendidikan. Terbukti,  pelajar di Kota Depok banyak terpilih dan meraih prestasi pada berbagai ajang olimpiade sains untuk mewakili Propinsi Jawa Barat, nasional, hingga level internasional.

Untuk tahun 2010, banyak pelajar Depok yang berprestasi di dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN). Antara lain Imam Agung Raharja yang berasal dari SMA Pribadi Depok dengan memperoleh Emas untuk cabang Fisika. Lukman Hakim dari SMAN 1 Depok memperoleh Emas untuk cabang Kimia, dan Rahganda dari SMA Pribadi Depok dengan pretasi medali Perak. Di Cabang Fisika, Ervano Nurriyadi dari SMAN 2 Depok memperoleh mendali Perunggu. Sedangkan di cabang  Astronomi, Muhammad Iqbal Imaduddin dari SMAN 1 Depok memperoleh perunggu.  Untuk cabang  Ekonomi, Atikah Nur Pajriyah Raharja dari SMAN 2 Depok mendapatkan mendali Perunggu.

Tidak hanya di kancah nasional, di kancah internasional pelajar Kota Depok juga memiliki prestasi. Salah satunya Alham Fikri Aji, siswa SMAN 1 Depok yang juga merupakan anggota kontingen Tim Olimpiade Komputer Indonesia dalam International Olympiad in Informatics (IOI) ke-22 di Kanada yang berlangsung pada bulan Agustus lalu. Dalam perlombaan tersebut Aji memperoleh prestasi dengan mendapatkan medali perak. Dengan prestasi tersebut, Aji tidak hanya mengharumkan Kota Depok namun juga bangsa Indonesia.
Tenaga pendidik atau guru Depok tak kalah dalam prestasi.  Diantaranya Listiyawati, S.Pd.Bio, guru SMPN 6 Depok, meraih Juara II guru Berpretasi tingkat SMP tingkat nasional.  Dan M.Taufiqurrahman, SS, Kepala Sekolah TK Tunas Global Depok menjadi Juara III Kepala Sekolah berprestasi tingkat nasional.

Semua prestasi yang diraih adalah sebagai wujud keberhasilan tidak hanya pemerintah namun masyarakat pendidikan Kota Depok. Sebab pendidikan adalah pintu gerbang kemajuan sebuah bangsa. Dengan prestasi yang sudah terukir tersebut, Kota Depok menjadi salah satu barometer pendidikan di Indonesia.

 

APA KABAR IT DI KOTA DEPOK

Di era globalisasi yang makin canggih ini bukan hanya orang orang dewasa ataupun para pendidik yang menggunakan teknologi informasi atau yang lebih dikenal dengan IT. Anak- anak atau remaja dibawah tujuh belas tahun pun sudah mahir menggunakan IT bahkan melebihi kepintaran orang dewasa. Hal ini juga terjadi dikota tempat penulis tinggal.

 

 

Berdasarkan pengamatan penulis, penggunaan teknologi informasi terutama yang dilengkapi dengan fasilitas internet di rumah maupun di sekolah lebih sering digunakan oleh anak- anak dan remaja dibandingkan dengan orang tua ataupun guru. Pemanfaatan IT di kalangan anak- anak dan remaja di kota depok mencapai 93%.

Banyaknya persentase ini didapat berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan oleh beberapa lembaga survey pendidikan di beberapa sekolah swasta maupun negeri di kota Depok. Sekitar 90% anak-anak atau remaja menggunakan pemanfaatan IT dengan cara bermain atau menggunakan komputer yang dilengkapi dengan fasilitas internet sedangkan 3% anak-anak atau remaja hanya bermain atau menggunakan komputer tanpa fasilitas internet. 50% dari pemain internet kerap kali membuka games online atau pun sekedar situs pertemanan. Hanya ada 5- 10% anak- anak yang membuka situs pendidikan.

Depok juga dapat disebut dengan kota pendidikan, karena ada 2 universitas besar, yaitu Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gunadarma. Universitas Gunadarma juga merupakan Perguruan tinggi Komputer Swasta yang terkenal, sehingga banyak Dosen maupun mahasiswa yang ahli dalam Bidang IT. Itulah salah satu sebab mengapa Depok bisa dinamakan Kota Pendidikan berbasis IT. Berdasarkan pengamatan penulis ada sekitar minimal 20 warnet disetiap kecamatan yang berdiri di Depok.

Ditambah lagi dengan pengguna internet pribadi dengan menggunakan Speddy, Indosat, Telkom flash. Selain itu juga banyak pengguna mobile internet dengan menggunakan USB modem. Sekarang di kota Depok sudah ada beberapa sekolah menengah yang menggunakan fasilitas multimedia yang dilengkapi dengan internet sebagai media pembelajaran di sekolah. Dengan penggunaan fasilitas multimedia ini diharapkan para bapak dan ibu guru dapat menyampaikan bahan ajar kepada siswa-siswinya dengan lebih menarik karena pembelajaran dapat dilengkapi dengan film, flash, animasi, bahkan dengan musik, sehingga diharapkan para siswa dapat dengan mudah memahami pelajaran yang disampaikan.

Bahkan para siswa dan siswi juga dapat menggunakan fasilitas tersebut pada jam istirahat, walaupun yang dilihat hanya situs pertemanan atau situs video. Namun, pemakaian multimedia ini kurang dimanfaatkan secara maksimal oleh banyak guru yang ada di sekolah berbasis multimedia. Padahal seharusnya guru- guru yang mengajar pada sekolah berbasis multimedia sudah bisa memanfaatkannya secara optimal dan maksimal. Contohnya saja di sebuah sekolah swasta di kota Depok. Sekolah tersebut sudah berbasis multimedia tetapi Bapak dan Ibu gurunya tidak menggunakan fasilitas itu dengan baik. Mereka hanya bisa menggunakan Microsoft Word.

Padahal mereka seharusnya bisa menggunakan Microsoft Power Point untuk membuat tulisan mereka menjadi menarik. Ada juga beberapa guru yang menggunakan Microsoft Power point tetapi hanya berupa deretan tulisan saja. Tidak dilengkapi dengan video, flash atau animasi yang dapat memperjelas pembelajaran. Guru- gurunya pun tidak terlatih menggunakan peralatan IT yang ada di dalam kelas sehingga masih meminta bantuan siswa-siswinya atau guru TIK untuk mengoperasikan alat tersebut.

Di sekolah-sekolah penggunaan IT secara keseluruhan sendiri pun kurang dimanfaatkan dan di perhatikan oleh warga sekolah. Jika internet sudah dipasang maka dipastikan siswa-siswi membuka situs jejaringan dan semacamnya. Pemanfaatan IT yang baik dan benar sampai sekarang belum tercapai di kota Depok. Siswa-siswi hanya tahu mengenai teknologi informasi, tahu membuka internet tetapi tidak tahu bagaimana menggunakan dan mengembangkannya secara maksimal.

Terhitung sejak tanggal 1 November 2009 ada sekitar 40% penduduk Indonesia khususnya kota Depok yang mendaftar di situs pertemanan. Dan hanya ada 10- 20% orang yang sadar akan pentingnya pendidikan. Dari survey yang sudah dilakukan ada sekitar 100 restoran dan semacamnya yang sudah memiliki hotspot di tempatnya. Dan hanya 37% yang menggunakannya untuk mencari dan membuat tugas-tugas sekolah . Yang lainnya hanya menggunakan untuk bermain atau semacamnya.

 

Konsep Sistem Teknologi Informasi

Sistem informasi Berbasis Teknologi Web Dinas Pendidikan Diharapkan Dapat Memberikan Pelayanan Yang Maksimal Untuk Masyarakat Pada Umumnya dan Dapat Menjadi Faktor Pembangun Kemajuan Bagi Dinas Pendidikan Kota Depok. Dengan Konsep Teknologi Ini Dinas Pendidikan Kota Depok Semua Informasi Mengenai Kegiatan dan Keadaan Dinas Pendidikan Kota depok Akan Disajikan Dengan Cepat Dan Tepat, Sehingga Masyarakat Tidak Akan Terlambat Memperoleh Informasi Seputar Dunia Pendidikan (Update).

 

Dengan Adanya konten-konten pada halaman Website Dinas Pendidikan Kota Depok Diharapkan dapat Dipergunakan Dengan Maksimal oleh para pengunjung. Kritik dan Saran serta Forum yang telah dibuat dapat dipergunakan untuk memanjukan Dinas Pendidikan Kota Depok sekaligus dapat memajukan Dunia Pendidilkan Yang Ada Di Indonesia. Dinas Pendidikan Kota Depok juga memberikan layanan online kepada masyarakan yang Membutuhkan informasi seputar Dinas Pendidikan dan Dunia Pendidikan Khususnya Pendidikan Kota Depok.

Segala bentuk perkembangan teknologi tidak akan menjadi maksimal tanpa ada bantuan dari elemen-elemen yang terkait didalamnya. Untuk itu marilah kita bersama membangun Dinas Pendidikan Kota Depok dengan memanfaatkan Teknologi Informasi yang Sudah Tersedia. Terima kasih Untuk Semua Para Pengunjung Home Page Dinas Pendidikan Kota Depok.

 

 

Administrator,

 

Disdik Kota Depok

 

Depok Rutin Gelar Bursa Lowongan Kerja untuk Turunkan Angka Pengangguran

Jakarta – Persoalan pengangguran dan jumlah angkatan kerja, adalah salah satu masalah bagi pemerintah kota di setiap daerah yang harus dipecahkan. Secara umum masalah yang muncul adalah rendahnya kompetensi termasuk kurangnya keterampilan dan akses informasi para pencari kerja.

Akibatnya kebutuhan pencari dan pengguna kerja tidak terpenuhi dengan optimal. Kota Depok, menurut data BPS saat ini, dari jumlah penduduk pada tahun 2009 sebanyak 1.536.980 jiwa, memiliki angkatan kerja 730.924 orang. Dari data itu, jumlah yang menganggur sebanyak 73.874 orang (6,7%). Sebagian diantaranya terdaftar sebagai pencari kerja di Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Depok.

Sebagai salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Kota Depok setiap tahunnya (sejak tahun 2008) menyelenggarakan bursa lowongan kerja (Depok Job Fair). Kegiatan ini menjadi pusat informasi pasar kerja, di mana fungsinya adalah memfasilitasi pertemuan antara para pencari kerja dari berbagai tingkat pendidikan dengan para pengguna tenaga kerja.

Di acara tersebut, selain tersedia bursa kerja, juga diadakan berbagai seminar dan pelatihan untuk peningkatan kompetensi. Walikota Depok Nur Mahmudi Isma’il, menjelaskan, kegiatan bursa kerja ini nyata manfaatnya karena dapat memberikan pelayanan ketenagakerjaan, diantaranya dapat memberikan informasi kesempatan kerja bagi para pencari kerja dan mempertemukan pencari kerja dengan pengguna tenaga kerja secara langsung.

Nur Mahmudi menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan utama mengurangi jumlah angka pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat khususnya keluarga pencari kerja di Kota Depok.

Selain dengan rutin menyelenggarakan bursa kerja, Pemerintah Kota Depok juga memberikan kemudahan bagi para pencari kerja yang membutuhkan kartu kuning (AK.1). Dengan persyaratan yang mudah dan gratis, hanya membawa foto copy KTP, Ijazah terakhir, Kartu Keluarga dan Pas foto 3 x 4 sebanyak 2 (dua) lembar, dalam waktu 5 menit, kartu kuning sudah bisa didapatkan.

Berdasarkan data, mulai bulan Januari–September 2010, Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Depok (Disnakersos) telah melayani 6.644 pencari kerja yang ingin membuat kartu kuning. Pembuatan kartu kuning di Depok saat ini sudah dijalankan secara online. Selain mempercepat pengurusan, juga sebagai database pencari kerja di Disnakersos.

Ini merupakan terobosan Disnakersos Kota Depok, karena banyak pelayanan kartu kuning di kabupaten/kota lain masih menggunakan sistem manual.

Masih dalam kaitannya dengan mengatasi masalah pengangguran, Pemerintah Kota Depok melalui Disnakersos juga secara berkala melakukan pembinaan dan program pelatihan wirausaha. Semua upaya tersebut dilakukan oleh Pemkot Depok sebagai solusi untuk menurunkan angka pengangguran di wilayah Kota Depok dan terbukti berhasil.
(ndr/ndr)

Angka Pengangguran di Depok Meningkat

DEPOK, Angka tingkat pengangguran di Kota Depok per tahun 2009 meningkat sebanyak dua persen. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok peningkatan terjadi karena dampak krisis yang terjadi tahun 2008 sampai 2009. “Akibat krisis tersebut jumlah pengangguran di Kota Depok meningkat. Dari tahun 2008 hanya tujuh persen, di tahun 2009 mencapai sembilan persen,” kata Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Depok, Khamid Wijaya saat menghadiri Workshop Sinergitas Pengembangan Investasi untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Kota Depok yang berwawasan Lingkungan, di Hotel Bumi Wiyata, Selasa (14/12).

Menurut Khamid, angka pengangguran di Kota Depok sempat mencapai grafik mengkhawatirkan. Pasalnya laju pertumbuhan ekonomi tahun 2009 mengalami penurunan sebesar 6,22 persen. Dari angka sebelumnya 6,42 persen. Namun Khamid optimis tahun 2010 angka pengangguran akan menurun dan laju pertumbuhan ekonomi di Kota Depok akan meningkat seiring dengan adanya perbaikan ekonomi secara global. “Saya perkirakan pada tahun 2011 laju pertumbuhan ekonomi Depok bisa menembus angka 7,” katanya yakin.

Menanggapi naiknya angka pengangguran dan menurunnya laju pertumbuhan ekonomi di Depok. Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menegaskan naiknya angka pengangguran harus dijadikan tolak ukur pemerintah kota Depok. Namun, Nur merasa belum yakin dengan data yang dimiliki BPS. Menurutnya, diperlukan data yang benar-benar representative untuk mengetahui secara riil mengenai angka pengangguran di Depok. “Saya ko belum yakin dengan data BPS. Makanya saya butuh data yang lebih representatif,” kata dia.

Untuk itu, Wali Kota mengimbau kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan seluruh element terkait untuk lebih memberdayakan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). “Perbanyak program pemberdayaan UKM untuk meningkatkan kompetensi dan harapan sebagai wirausaha,” pinta Nur Mahmudi.

D-News | Sejarah Kota Depok akan masuk ke dalam kurikulum seluruh jenjang sekolah di Kota Depok. Sejarah Kota Depok ini rencananya mulai diajarkan pada tahun ajaran 2011/2012.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Kota Depok, Sri Rahayu Purwitaningsih, mengatakan sejarah Kota Depok akan menjadi muatan lokal dalam kurikulum sekolah di Depok, dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Namun untuk materi muatan lokal itu masih dalam pembahasan.

“Dalam raperda yang akan disahkan menjadi perda tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan memang telah dimasukkan sejarah Kota Depok sebagai muatan lokal,” kata aktivis perempuan yang akrab disapa yayuk ini saat jumpa pers kepada para wartawan di Rumah Makan Pondok Laras, Cimanggis, Depok, akhir pekan lalu.

Ia menambahkan, muatan lokal ini menjadi catatan khusus terkait kekhasan kondisi Kota Depok dalam pembahasan Pansus II DPRD Depok. Pasalnya, ia cukup prihatin dengan pengetahuan masyarakat Depok yang minim tentang sejarah kotanya. Apalagi, lanjutnya, generasi muda akan menjadi calon pemimpin Kota Depok selanjutnya.

Pansus II DPRD Depok, ia menambahkah, telah selesai membahas dan mengkaji raperda inisiatif tentang pendidikan tersebut. Ia juga menegaskan raperda itu telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan siap untuk disahkan menjadi perda.

“Jika raperda telah disahkan, sejarah Kota Depok akan pasti dimasukkan dalam pelajaran pada 2011/2012. Untuk materinya, Dinas Pendidikan yang akan membahas hal itu. Sedangkan kami hanya mendampingi,” ujarnya.|republika/mt|