APA KABAR IT DI KOTA DEPOK

Di era globalisasi yang makin canggih ini bukan hanya orang orang dewasa ataupun para pendidik yang menggunakan teknologi informasi atau yang lebih dikenal dengan IT. Anak- anak atau remaja dibawah tujuh belas tahun pun sudah mahir menggunakan IT bahkan melebihi kepintaran orang dewasa. Hal ini juga terjadi dikota tempat penulis tinggal.

 

 

Berdasarkan pengamatan penulis, penggunaan teknologi informasi terutama yang dilengkapi dengan fasilitas internet di rumah maupun di sekolah lebih sering digunakan oleh anak- anak dan remaja dibandingkan dengan orang tua ataupun guru. Pemanfaatan IT di kalangan anak- anak dan remaja di kota depok mencapai 93%.

Banyaknya persentase ini didapat berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan oleh beberapa lembaga survey pendidikan di beberapa sekolah swasta maupun negeri di kota Depok. Sekitar 90% anak-anak atau remaja menggunakan pemanfaatan IT dengan cara bermain atau menggunakan komputer yang dilengkapi dengan fasilitas internet sedangkan 3% anak-anak atau remaja hanya bermain atau menggunakan komputer tanpa fasilitas internet. 50% dari pemain internet kerap kali membuka games online atau pun sekedar situs pertemanan. Hanya ada 5- 10% anak- anak yang membuka situs pendidikan.

Depok juga dapat disebut dengan kota pendidikan, karena ada 2 universitas besar, yaitu Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gunadarma. Universitas Gunadarma juga merupakan Perguruan tinggi Komputer Swasta yang terkenal, sehingga banyak Dosen maupun mahasiswa yang ahli dalam Bidang IT. Itulah salah satu sebab mengapa Depok bisa dinamakan Kota Pendidikan berbasis IT. Berdasarkan pengamatan penulis ada sekitar minimal 20 warnet disetiap kecamatan yang berdiri di Depok.

Ditambah lagi dengan pengguna internet pribadi dengan menggunakan Speddy, Indosat, Telkom flash. Selain itu juga banyak pengguna mobile internet dengan menggunakan USB modem. Sekarang di kota Depok sudah ada beberapa sekolah menengah yang menggunakan fasilitas multimedia yang dilengkapi dengan internet sebagai media pembelajaran di sekolah. Dengan penggunaan fasilitas multimedia ini diharapkan para bapak dan ibu guru dapat menyampaikan bahan ajar kepada siswa-siswinya dengan lebih menarik karena pembelajaran dapat dilengkapi dengan film, flash, animasi, bahkan dengan musik, sehingga diharapkan para siswa dapat dengan mudah memahami pelajaran yang disampaikan.

Bahkan para siswa dan siswi juga dapat menggunakan fasilitas tersebut pada jam istirahat, walaupun yang dilihat hanya situs pertemanan atau situs video. Namun, pemakaian multimedia ini kurang dimanfaatkan secara maksimal oleh banyak guru yang ada di sekolah berbasis multimedia. Padahal seharusnya guru- guru yang mengajar pada sekolah berbasis multimedia sudah bisa memanfaatkannya secara optimal dan maksimal. Contohnya saja di sebuah sekolah swasta di kota Depok. Sekolah tersebut sudah berbasis multimedia tetapi Bapak dan Ibu gurunya tidak menggunakan fasilitas itu dengan baik. Mereka hanya bisa menggunakan Microsoft Word.

Padahal mereka seharusnya bisa menggunakan Microsoft Power Point untuk membuat tulisan mereka menjadi menarik. Ada juga beberapa guru yang menggunakan Microsoft Power point tetapi hanya berupa deretan tulisan saja. Tidak dilengkapi dengan video, flash atau animasi yang dapat memperjelas pembelajaran. Guru- gurunya pun tidak terlatih menggunakan peralatan IT yang ada di dalam kelas sehingga masih meminta bantuan siswa-siswinya atau guru TIK untuk mengoperasikan alat tersebut.

Di sekolah-sekolah penggunaan IT secara keseluruhan sendiri pun kurang dimanfaatkan dan di perhatikan oleh warga sekolah. Jika internet sudah dipasang maka dipastikan siswa-siswi membuka situs jejaringan dan semacamnya. Pemanfaatan IT yang baik dan benar sampai sekarang belum tercapai di kota Depok. Siswa-siswi hanya tahu mengenai teknologi informasi, tahu membuka internet tetapi tidak tahu bagaimana menggunakan dan mengembangkannya secara maksimal.

Terhitung sejak tanggal 1 November 2009 ada sekitar 40% penduduk Indonesia khususnya kota Depok yang mendaftar di situs pertemanan. Dan hanya ada 10- 20% orang yang sadar akan pentingnya pendidikan. Dari survey yang sudah dilakukan ada sekitar 100 restoran dan semacamnya yang sudah memiliki hotspot di tempatnya. Dan hanya 37% yang menggunakannya untuk mencari dan membuat tugas-tugas sekolah . Yang lainnya hanya menggunakan untuk bermain atau semacamnya.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s